- Lifestyle

Ini Dia 9 Alasan di balik amarah yang dirasakan

9 Kemungkinan alasan di balik amarah yang kamu rasakan

Bentuk dari kecemasan tak selalu dada yang berdebar, rasa gelisah yang tak kunjung berhenti, atau tangan berkeringat. Kadang-kadang kecemasan bisa muncul dalam bentuk-bentuk yang lebih tak kentara. Kemarahan adalah salah satun di antaranya.

“[Kemarahan] berakar pada ketakutan, dan ketakutan hanyalah kata lain untuk kecemasan,” kata terapis Kayce Hodos, LPC dalam wawancara dengan Bustle. “Ketika kita merasa terancam, kita bereaksi dengan respons stres alami kita, fight (melawan) atau flight (melarikan diri). Kita yang memilih untuk melawan akhirnya jadi marah begitu hal-hal di sekitar kita tidak berjalan sesuai keinginan.”

Kamu sedang merasakan amarah yang meledak-ledak dan tak yakin apa sebabnya? Berikut ini beberapa kemungkinan alasannya.

Perubahan besar dalam hidup

Jika baru-baru ini ada perubahan besar yang terjadi dalam hidupmu, misalnya putus cinta atau kehilangan pekerjaan, ini adalah alasan yang sangat mungkin untuk memicu amarah.

“Kehilangan juga membuat kita merasa tidak berdaya,” kata Hodos.” Rasanya seperti dunia kita berakhir, dan entah Anda sedang menangis atau merasa bakal gila (atau keduanya), emosi yang memulai semua itu adalah kegelisahan.”

Rasa malu

Kemarahan bertugas melindungi seseorang dari rasa malu. “Rasa malu atau terhina bisa membuat kita cemas, seolah-olah kita tidak cukup baik atau ada yang salah dengan diri kita, tetapi rasa malu itu normal,” kata psikoterapis Sarah B. Rodgers, MA, LMFT, RDT.

“Kita semua sering membuat kesalahan atau terkadang merasa bodoh. Jangan melampiaskannya kepada orang lain. Belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa Anda juga manusia, maafkan diri Anda, dan teruslah berjalan.”

Alkohol

Banyak orang beralih ke obat-obatan atau alkohol untuk mengatasi kecemasan mereka. Masalahnya alkohol justru dapat memicu kemarahan. “Jika Anda mendapati penggunaan alkohol atau obat Anda terus meningkat, Anda mungkin mencoba mencari pelarian melaluinya,” kata Hodos. “Di bawah amarah dan rasa mabuk itu mungkin ada kecemasan dan perasaan hidup Anda seolah di luar kendali.”

Merasa tidak mampu mengendalikan situasi

“Apakah itu masalah di tempat kerja, masalah keuangan, hubungan yang tegang dengan keluarga, atau masalah kedekatan dengan pasangan, tidak satu pun dari kita yang senang merasa tidak memiliki kontrol,” kata Hodos.

“Beberapa dari kita lebih sulit untuk menerimanya daripada yang lain. Pikirkan tentang apa yang sedang membuat Anda marah, lalu tanyakan pada diri Anda sendiri seberapa besar masalah yang bisa Anda kendalikan. Jika jawabannya tidak banyak atau tidak ada satu pun, maka masalah kontrol yang mungkin menjadi sumber kemarahan Anda.”

Gangguan tidur

“Kesulitan tidur bisa berakar pada beberapa penyebab yang berbeda, namun seringkali hal itu karena kita tidak bisa berhenti khawatir,” kata Hodos. Menurut Psychology Today, pada gilirannya kurang tidur bisa membuat Anda lebih mudah marah, tersinggung, atau mendendam.

Merasa tersakiti

Kalau kami pernah berbicara dengan nada tinggi kepada seseorang dan kemudian merasa bersalah, kemungkinan hal itu karena Anda merasa terluka dan ‘menyerang’ sebagai mekanisme pertahanan diri. “Lebih mudah untuk berteriak pada seseorang daripada mengatakan dengan tenang bahwa mereka menyakiti perasaan Anda,” kata Rodgers. “Ini seperti mengakui bahwa Anda rapuh, yang bisa membuat Anda merasa sangat tidak nyaman dan benar-benar meningkatkan kecemasan.”

Merasa sedih

Tidak ada yang dapat lebih membangkitkan kecemasan daripada kesedihan. “Kesedihan bisa terasa seperti lubang tanpa dasar, seperti tidak ada jalan keluar yang terlihat, dan seolah-olah Anda akan merasa seperti ini selamanya,” kata Rodgers.

“Tentu itu akan membuat Anda merasa cemas. Menakutkan sekali merasa sedih dan tidak tahu kapan atau bagaimana keadaan akan menjadi lebih baik. Tetapi menyerang orang lain, mencoba menghindari perasaan Anda yang sebenarnya dengan menunjukkan kemarahan tidak akan membawa Anda ke situasi yang lebih baik.”

Ketakutan

Merasa takut bisa membuat Anda merasa lemah, dan bersikap rewel terhadap orang-orang di sekitar Anda bisa menjadi suatu bentuk mekanisme pertahanan. “Jika sejak awal Anda adalah orang yang mudah merasa takut atau tidak aman, akan ada banyak pemicu dalam kehidupan yang bisa memperkuat kegelisahan Anda,” kata Rodgers.

“Beberapa orang mengatasinya dengan mencoba ‘membuktikan’ bahwa mereka tidak rapuh dan ketakutan sehingga mereka memilih untuk marah. Tindakan kompensasi karena sebenarnya Anda merasa kecil seperti ini tidak akan berhasil. Satu-satunya cara untuk menghilangkan ketakutan Anda adalah dengan menghadapinya dan mengatasinya. Itulah yang menjadikan Anda benar-benar tangguh. ”

Merasa terancam

Ketika kita merasa diserang oleh orang lain atau keadaan di sekitar kita, respons alami kita adalah membela diri. Terkadang bisa frustrasi dan menutup diri. Bagi orang lain pertahanan diri dari rasa terancam adalah berteriak atau melempar barang. “Jika Anda dapat menarik napas dalam-dalam dan merenungkan apa yang memicu emosi luar biasa ini, Anda mungkin akan mendapati bahwa Anda merasa beberapa bagian dari hidup Anda sebagai sebuah ancaman.”

Itulah beberapa alasan yang memungkinkan di balik amarah yang kamu rasakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *